Saturday, January 24, 2026
HomeLintas KotaDiskon Tarif Listrik DKI: Penyumbang Utama Deflasi

Diskon Tarif Listrik DKI: Penyumbang Utama Deflasi

- Advertisement -
- Advertisement -

Diskon tarif listrik sebesar 50 persen memberikan kontribusi signifikan terhadap deflasi DKI Jakarta dalam dua bulan terakhir. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), diskon tersebut menyebabkan deflasi bulanan sebesar 1,94 persen pada Januari 2025 dan 0,91 persen pada Februari 2025. Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyatakan bahwa dalam 11 kelompok pengeluaran, diskon tarif listrik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inflasi Jakarta.

Selain diskon tarif listrik, komoditas lain seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat juga memberi andil pada deflasi bulan Februari. Secara tahunan, Jakarta juga mengalami deflasi, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Pemerintah telah menetapkan diskon 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya sampai dengan 2.200 VA untuk pemakaian bulan Januari dan Februari 2025. Diskon tersebut memberikan efek positif terhadap deflasi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pembayaran tagihan listrik mereka.

Dengan demikian, penerapan diskon tarif listrik telah membawa dampak yang signifikan terhadap kondisi ekonomi dan inflasi Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Program diskon ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dengan memberikan keringanan dalam pembayaran tagihan listrik mereka. Selain itu, komoditas lainnya juga turut serta dalam mengurangi tingkat inflasi Jakarta, seperti cabai merah, tomat, daging ayam ras, dan tarif kereta api. Dengan adanya kebijakan diskon ini, diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di wilayah DKI Jakarta.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer