Saturday, January 17, 2026
HomeFinansialKemenkeu Optimis dengan Tingginya PMI Manufaktur RI

Kemenkeu Optimis dengan Tingginya PMI Manufaktur RI

- Advertisement -
- Advertisement -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan tingginya level Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari 2025, yakni 53,6, dibandingkan dengan 51,9 pada Januari 2025, memberikan harapan bagi perekonomian nasional. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu, capaian ini memberikan harapan bagi pertumbuhan ekonomi nasional meskipun tantangan dari situasi geopolitik global.

Peringkat PMI Manufaktur Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi setelah India, dipicu oleh lonjakan pesanan baru serta peningkatan produksi dan aktivitas pembelian yang lebih baik. Pemerintah tetap antisipatif terhadap perubahan kondisi global dengan menguatkan kebijakan untuk mendukung sektor manufaktur guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, indikator konsumsi domestik juga menunjukkan ketahanan di tengah tantangan global. Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) mencapai level 127,2 pada Januari dan diharapkan masih akan ekspansif. Indeks Penjualan Ritel (IPR) juga terus tumbuh 0,4 persen, mengindikasikan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Dengan adanya perkembangan ini, konsumsi domestik diharapkan tetap menjadi faktor penyangga stabilitas harga dan kepercayaan konsumen untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Meskipun beberapa negara masih dalam zona kontraksi, sebagian besar negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat, China, dan India mengalami ekspansi yang solid, menunjukkan permintaan global yang kuat.

Namun, ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyatakan bahwa PMI manufaktur Indonesia adalah yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara (ASEAN). Pertumbuhan tersebut didorong oleh produktivitas tinggi dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer