Para buruh dan karyawan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, mendengarkan dengan sungguh-sungguh pidato dari direksi perusahaan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan apresiasi terhadap tim kurator PT Sritex yang membuka opsi penyewaan aset perusahaan, membuka peluang bagi mantan karyawan untuk dipekerjakan kembali dan memberikan ketenangan. Dalam keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, tim kurator PT Sritex Group memberitahu bahwa mantan pegawai bisa mulai bekerja dalam dua minggu setelah pemenang lelang aset Sritex diputuskan.
Yassierli menekankan bahwa pemerintah memantau agar PT Sritex Group dan anak perusahaannya mendapatkan hak kompensasi pemutusan hubungan kerja, termasuk jaminan sosial ketenagakerjaan. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo telah mengonfirmasi bahwa karyawan Sritex berhenti bekerja mulai 1 Maret 2025, dengan kompensasi seperti jaminan hari tua, jaminan kehilangan pekerjaan, dan pesangon.
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Iwan Kurniawan Lukminto mengucapkan terima kasih atas loyalitas para karyawan yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun perusahaan tekstil tersebut. Meskipun sekitar 8 ribu karyawan Sritex di Kabupaten Sukoharjo kehilangan pekerjaan karena kebangkrutan, namun dia tetap mengapresiasi kontribusi mereka. Secara keseluruhan, sekitar 12 ribu karyawan Sritex dan tiga anak usahanya kehilangan pekerjaan sebagai akibat pailit perusahaan tersebut.


