Saturday, March 7, 2026
HomeHumanioraPenjelasan Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa: Makruh atau Batal?

Penjelasan Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa: Makruh atau Batal?

- Advertisement -
- Advertisement -

Dapur menjadi ruangan yang sibuk menjelang waktu magrib Ramadhan dengan persiapan makanan untuk berbuka puasa. Para ibu atau juru masak sering mencicipi masakan saat memasak untuk memastikan rasa yang pas. Namun, apakah mencicipi masakan saat berpuasa bisa membatalkan ibadah puasa? Menurut hukum Islam, mencicipi masakan saat berpuasa tidak membatalkan puasa selama makanan tidak tertelan dan dilakukan karena ada kebutuhan. Mencicipi masakan saat berpuasa tetap memiliki batasan, seperti tidak boleh menelan makanan dan hanya dilakukan jika ada kebutuhan mendesak. Syekh Sulaiman As-Syafi’i Al-Makki menjelaskan bahwa mencicipi masakan saat puasa bisa menjadi makruh jika tidak ada kebutuhan, namun ini tidak berlaku bagi juru masak atau orang tua yang mencicipi makanan untuk anak kecil. Jika tidak sengaja menelan makanan saat mencicipi, puasa tetap sah dan tidak perlu diganti. Cara mencicipi makanan agar puasa tetap sah adalah dengan meletakkan sedikit makanan di ujung lidah, merasakan rasanya tanpa menelannya, lalu segera membuang makanan tersebut. Dengan memahami aturan dan cara yang benar, para ibu dan juru masak dapat memasak hidangan berbuka puasa tanpa membatalkan puasa.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer