Budi Hartono, pada usia 28 tahun, mengubah brak di pabrik rokok keluarganya menjadi tempat berlatih bulu tangkis pada tahun 1969. Sebagai CEO PT Djarum, Budi dikenal sebagai pecinta bulu tangkis dan mendorong transformasi brak menjadi arena bulu tangkis, menjadi salah satu tempat terbaik untuk menghasilkan atlet bulu tangkis Indonesia. PB Djarum didirikan pada 1974 dan terus menghasilkan bakat-bakat muda bulu tangkis untuk menjamin regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia. Dalam perkembangannya, PB Djarum melebarkan sayap bisnis keluarga dengan mengakuisisi Como 1907 di Italia melalui SENT Entertainment. Meskipun Como 1907 memulai dari divisi empat Liga Italia, Serie D, setelah diakuisisi oleh Djarum, klub tersebut berhasil naik hingga bermain di Serie A setelah 21 tahun. Como 1907 membuat kejutan dengan prestasi di Serie A, memperoleh perhatian dari komunitas sepak bola Italia. Dengan pembelian klub tersebut seharga 800 ribu euro, Djarum menunjukkan ekspansinya yang berkembang melalui grup usaha yang beragam, dari bisnis rokok hingga bisnis media dan olahraga. Como 1907, di bawah kepemimpinan Djarum, menjadi bukti bahwa investasi dan transformasi bisnis yang tepat dapat menghasilkan prestasi dan kesuksesan yang gemilang.
Revolution Como 1907: Historis dan Bersejarah
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait


