Saturday, January 24, 2026
HomeBeritaPanduan Puasa Ramadhan tanpa Plastik Sekali Pakai

Panduan Puasa Ramadhan tanpa Plastik Sekali Pakai

- Advertisement -
- Advertisement -

Menghadapi bulan suci Ramadan, komunitas ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation), Aksi Biroe, dan Six for Nature mengadakan aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada tanggal 26 Februari. Dalam aksi ini, poster-poster ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dibawa oleh para peserta, sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari. Selain poster, instalasi keran air raksasa yang membuang sampah plastik juga dipamerkan, sebagai gambaran krisis sampah di Indonesia dan dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Peserta aksi, seperti mahasiswi Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang, Syariyfa Khansa, menekankan pentingnya sikap serius pemerintah dan masyarakat terhadap masalah krisis sampah plastik di Indonesia dalam rangka menyambut Ramadan. Khansa mengajak masyarakat untuk berpuasa plastik dengan menggunakan wadah guna ulang saat membeli makanan atau minuman untuk berbuka atau sahur.

Ahmad Fahri Rizky, siswa SMA Al-Muslim Sidoarjo, juga ikut dalam aksi tersebut dan menegaskan bahwa upaya mengurangi sampah plastik harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti rumah atau sekolah. Dia sendiri telah terbiasa menggunakan wadah ramah lingkungan setelah sekolah melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Alaika Rahmatullah dari ECOTON, menyoroti ancaman mikroplastik yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dia menyebutkan hasil riset terbaru yang menunjukkan adanya mikroplastik pada kantong teh celup dan penelitian yang mengungkap dampak negatif mikroplastik terhadap tubuh manusia, terutama pada anak-anak.

Dia juga menekankan pentingnya pemerintah Indonesia untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait mikroplastik dan mendukung kebijakan pengurangan plastik serta mendorong industri untuk menggunakan sistem guna ulang dalam mendistribusikan produknya. Beberapa negara telah mengatur penggunaan mikroplastik, seperti Amerika Serikat yang melarang produk perawatan pribadi yang mengandung partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Sebagai negara dengan masalah sampah plastik besar, Indonesia perlu segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi masalah ini.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer