Saturday, January 24, 2026
HomeHumanioraRahasia Rakaat Tarawih: Kenapa Varian Berbeda?

Rahasia Rakaat Tarawih: Kenapa Varian Berbeda?

- Advertisement -
- Advertisement -

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Namun, perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih sering kali menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Ada yang melaksanakan 8 rakaat, 20 rakaat, bahkan lebih. Lalu, berapa jumlah rakaat tarawih yang sebenarnya? Mengapa ada perbedaan dalam pelaksanaannya?

Asal mula shalat tarawih pertama kali dilaksanakan oleh Rasulullah SAW pada suatu malam di bulan Ramadhan di Masjid Nabawi. Beberapa sahabat mengikuti shalat tersebut, dan jumlah mereka semakin bertambah di malam-malam berikutnya. Namun, setelah malam ketiga, Rasulullah SAW tidak lagi keluar untuk memimpin shalat tarawih berjamaah. Hadis ini menunjukkan bahwa shalat tarawih adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan bukan kewajiban. Rasulullah SAW ingin memberikan kemudahan kepada umatnya agar mereka dapat melaksanakan ibadah ini sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Setelah Rasulullah SAW wafat, para sahabat tetap melaksanakan shalat tarawih, tetapi secara berkelompok kecil. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA, ia mengumpulkan mereka di bawah satu imam, yaitu Ubay bin Ka’ab RA, dengan jumlah rakaat 20 rakaat. Sejak saat itu, shalat tarawih dilakukan secara berjamaah di Masjid Nabawi dengan jumlah 20 rakaat, yang kemudian menjadi amalan mayoritas kaum Muslimin.

Berdasarkan perbedaan riwayat, para ulama memiliki pendapat yang beragam mengenai jumlah rakaat shalat tarawih. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa shalat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat. Beberapa ulama, termasuk Imam Ibnu Hazm, berpendapat bahwa shalat tarawih sebaiknya dilakukan sebanyak 8 rakaat. Sebagian ulama Maliki berpendapat bahwa jumlah rakaat shalat tarawih adalah 36 rakaat. Tidak ada ketentuan yang pasti mengenai jumlah rakaat yang harus dikerjakan. Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih adalah sunnah yang dianjurkan, tetapi jumlah rakaatnya dapat disesuaikan dengan kemampuan individu dan tradisi yang berlaku di masing-masing daerah.

Sebagai umat Islam, sepatutnya tidak perlu memperdebatkan jumlah rakaat shalat tarawih secara berlebihan. Bagian yang terpenting adalah konsistensi dalam menjalankan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. Apakah itu 8, 20, atau 36 rakaat, semuanya tetap memiliki keutamaan dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer