Anak laki-laki berusia 2 tahun yang berinisial A menjadi korban terseret arus Kali Ciliwung ketika evakuasi banjir di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Menurut tante korban, Siti Mulatifah, saat evakuasi, A tidak menggunakan pelampung karena hanya damkarlah yang dilengkapi dengan pelampung, sementara korban tidak diberikan. Pada awalnya, A bersama dua anak lain dievakuasi terlebih dahulu oleh petugas Gulkarmat Jakarta Selatan tanpa pelampung meskipun banjir mencapai dua meter.
Ibu korban bersama korban dan tetangganya kemudian dibantu dalam evakuasi menggunakan perahu yang sempat mengalami kesulitan karena arus deras. Korban akhirnya terbawa arus kali hingga ditemukan meninggal dunia di belakang mushalla pada Rabu pukul 00.30 WIB dan telah dimakamkan di TPU Menteng Pulo.
Siti berpesan kepada Gubernur DKI Pramono Anung agar insiden ini dijadikan pelajaran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dengan memastikan penggunaan pelampung untuk korban evakuasi banjir. Pemkot Jaksel juga memastikan memberikan bantuan mulai dari perlengkapan jenazah hingga proses pemakaman sebagai bentuk dukungan.
Sebelumnya, anak laki-laki berusia 2 tahun yang juga berinisial A terseret arus Kali Ciliwung dan ditemukan meninggal di dekat rumahnya setelah air surut dan listrik kembali dinyalakan oleh PLN. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan besar dan semua pihak diharapkan meningkatkan kesadaran akan keselamatan saat banjir.


