Pada sore Rabu, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan setelah bursa saham Asia juga menguat. IHSG berhasil ditutup dengan kenaikan 151,00 poin atau 2,37 persen, mencapai posisi 6.531,40. Di sisi lain, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 21,97 poin atau 3,03 persen, berada di posisi 747,25. Hal ini dipengaruhi oleh penguatan IHSG dan bursa saham regional Asia yang positif setelah Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengusulkan pengurangan sejumlah tarif yang sebelumnya memicu aksi jual global di pasar.
Respon positif juga datang dari pasar Asia setelah hasil rapat parlemen tahunan China yang menetapkan target pertumbuhan PDB sekitar 5 persen pada tahun 2025. Langkah-langkah stimulus ekonomi juga diuraikan dalam rapat tersebut, meskipun terdapat perselisihan perdagangan dengan AS. Sementara itu, AS telah meningkatkan tarif atas barang-barang China hingga 20 persen, yang mengakibatkan Beijing memberlakukan balasan dengan tarif sebesar 10 hingga 15 persen atas impor AS tertentu.
Dibuka dengan kenaikan, IHSG tetap berada di zona positif sepanjang sesi perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mengalami kenaikan, terutama sektor teknologi, industri, dan barang baku. Hanya sektor kesehatan yang mengalami penurunan. Saham-saham seperti ASPI, ELIT, LMPI, AIMS, dan CCSI mengalami kenaikan, sedangkan XSSI, MTFN, BTEK, SMLE, dan RONY mengalami pelemahan.
Pada sesi perdagangan, tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 1.033.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 21,21 miliar lembar senilai Rp13,31 triliun. Sebanyak 438 saham mengalami kenaikan, 195 saham mengalami penurunan, dan 322 saham lainnya stagnan. Di bursa saham regional Asia, Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur menguat, sementara Straits Times mengalami pelemahan.
Copyright © ANTARA 2025


