Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa banjir yang disebabkan oleh meluapnya sejumlah sungai dan curah hujan tinggi telah mulai surut, dengan 11 RT yang masih terendam. Genangan air hanya terjadi di 11 RT, dengan ketinggian air rata-rata antara 50-80 cm. Di antara RT yang masih terendam, tiga RT berada di Jakarta Barat, empat RT di Jakarta Timur, dan empat RT di Jakarta Selatan.
Penyebab banjir di Jakarta adalah meluapnya sungai seperti Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Pesanggrahan. Pada Selasa (4/3), terjadi banjir terparah dengan jumlah RT terendam mencapai 122 dan ketinggian air lebih dari 3 meter. Titik pengungsian juga berkurang menjadi 12 titik yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Bantuan telah didistribusikan kepada para pengungsi.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Khoirudin, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus melakukan pengerukan di seluruh sungai guna mengatasi banjir. Pendangkalan sungai yang menghambat aliran air perlu segera diatasi. Khoirudin berharap Jakarta memiliki kanal pengendali banjir seperti di Kuala Lumpur, yang memiliki terowongan untuk memompa air ke bawah dan dibuang ke laut.


