Saturday, January 17, 2026
HomeFinansialBI Kalbar Suntik Rp2,8 Triliun di 70 Titik Tukar Uang

BI Kalbar Suntik Rp2,8 Triliun di 70 Titik Tukar Uang

- Advertisement -
- Advertisement -

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Layanan penukaran uang baru akan difokuskan di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, mulai 17 hingga 27 Maret 2025, dan juga akan tersedia di 70 titik yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, NA Anggini Sari, mengungkapkan bahwa jumlah uang yang disediakan tahun ini dipersiapkan sesuai dengan proyeksi kebutuhan masyarakat, terutama karena tradisi Lebaran di Kalimantan Barat yang melibatkan pemberian uang baru dalam budaya “Nanggok.”

Tradisi ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan memastikan ketersediaan uang layak edar. Untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan uang baru, BI Kalimantan Barat telah bekerja sama dengan beberapa bank, termasuk BRI, BNI, Bank Kalimantan Barat, Mandiri, dan BTN. Sebanyak 70 titik layanan penukaran uang telah disiapkan di berbagai kota dan kabupaten untuk memastikan masyarakat dapat menukar uang dengan mudah dan terhindar dari praktik percaloan. Selain menyiapkan uang baru, BI Kalimantan Barat juga terus mendidik masyarakat untuk menjaga kualitas uang rupiah dengan mematuhi prinsip “5 Jangan.”

Selain itu, BI Kalimantan Barat juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi digital, seperti QRIS, mobile banking, dan layanan digital lainnya, untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi. Transaksi nontunai menjadi alternatif yang lebih praktis dibandingkan uang tunai, terutama dalam menghadapi lonjakan transaksi selama Ramadhan dan Idul Fitri. Dengan alokasi uang tunai sebesar Rp2,8 triliun dan 70 titik layanan penukaran, BI Kalimantan Barat berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, mengedukasi penggunaan uang tunai secara bijak, dan mendorong adopsi transaksi digital di era keuangan modern.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer