Raymond/Joaquin Tak Terbendung, Sapu Gelar Ganda Putra Sri Lanka International Challenge
Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, menutup Sri Lanka International Challenge 2025 dengan hasil sempurna. Bertanding di Colombo, Sri Lanka, pada hari Minggu, keduanya menundukkan wakil Taiwan, Chia Yen Lin dan Lin Yong Sheng, lewat kemenangan dua gim langsung 21-14, 21-12. Duel final itu selesai hanya dalam 30 menit, menegaskan dominasi mereka sejak awal turnamen.
Final Singkat, Hasil Meyakinkan
Raymond dan Joaquin tampil stabil tanpa banyak memberi celah kepada lawan. Sejak gim pertama, pasangan Indonesia itu langsung memegang kendali permainan dan menjaga ritme hingga akhir. Kemenangan ini bukan hanya soal gelar, tetapi juga cara mereka menuntaskan laga dengan efisien di partai puncak.
Raymond mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut persiapan mereka berjalan sesuai rencana, termasuk mempelajari video pertandingan lawan sebelum turun ke lapangan. Modal itu membantu mereka membaca pola permainan Chia Yen Lin dan Lin Yong Sheng dengan lebih cepat.
Performa Konsisten Sejak Babak Pertama
Sepanjang Sri Lanka International Challenge 2025, Raymond/Joaquin memang tampil tanpa banyak gangguan. Mereka selalu menang dalam dua gim langsung sejak babak pertama, menunjukkan kestabilan permainan yang terjaga dari awal hingga final. Pola itu memperlihatkan bahwa pasangan ini tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga disiplin dan eksekusi yang rapi.
Hasil di Colombo juga memperpanjang tren positif mereka di musim 2025. Sebelumnya, Raymond dan Joaquin sudah lebih dulu merebut gelar di Singapore International Challenge 2025. Menurut Raymond, dua kemenangan beruntun ini lahir dari konsistensi serta komunikasi yang baik di lapangan, dua hal yang membuat mereka lebih tenang dalam situasi penting.
Indonesia Tambah Gelar dari Sektor Ganda Campuran
Tak hanya dari ganda putra, Indonesia juga pulang membawa gelar di nomor ganda campuran. Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti ikut memastikan hasil manis setelah menaklukkan Yuta Watanabe dan Maya Taguchi lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-14, 21-18. Kemenangan itu menambah daftar sukses Indonesia di turnamen yang sama.
Bobby mengaku senang dengan hasil tersebut dan menegaskan bahwa fokus berikutnya adalah memperbaiki peringkat agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan dua gelar juara dari Sri Lanka International Challenge 2025, Indonesia menunjukkan bahwa sektor ganda masih menjadi salah satu kekuatan utama yang konsisten menghasilkan prestasi.
Source link


