Tim Pacific Caesar Surabaya masih menghadapi tantangan di area paint dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2025. Pelatih Dhimaz Anis Setiaputra mengakui bahwa kekurangan pemain dominan di area ini menjadi penyebab kesulitan tim meraih kemenangan. Kekurangan tersebut terlihat dari sulitnya tim bertahan dan menyerang di area paint. Meskipun demikian, dengan kedatangan center Maodo Malick Diouf, pelatih optimis akan terjadi perubahan signifikan ke depannya.
Diouf telah menunjukkan performa yang bagus dalam laga melawan Pelita Jaya Jakarta, dengan mencatatkan delapan rebound tertinggi di antara rekan-rekannya. Meskipun masih memerlukan penyesuaian dengan tim, Diouf memberikan kontribusi yang positif dalam pertandingan tersebut. Pemain tim, Yonatan, juga menyatakan komitmen untuk terus memperbaiki kelemahan tim, termasuk kesalahan turnovers yang banyak. Dengan evaluasi yang terus dilakukan, diharapkan tim dapat tampil lebih baik lagi ke depannya.
Meskipun Pacific Caesar Surabaya belum meraih kemenangan dalam sembilan laga terakhir, mereka tetap berjuang untuk memperbaiki posisinya. Di peringkat ke-12 dari 14 kontestan, tim ini terus bekerja keras untuk menunjukkan peningkatan dalam performa mereka. Sementara itu, Pelita Jaya Jakarta mengalami pertumbuhan dengan menempati posisi kesembilan dengan rekor pertandingan yang lebih baik. Meski demikian, Pacific Caesar Surabaya tetap bersemangat untuk menghadapi tantangan selanjutnya dan meningkatkan hasil mereka di IBL 2025.


