Sejumlah buruh gendong lansia di Pasar Beringharjo, termasuk Paijem dan Sayem, menunjukkan semangat dan ketabahan dalam menjalani pekerjaan mereka. Paijem, yang berusia 69 tahun, masih aktif menggendong barang-barang di pasar meskipun usianya sudah senja. Meski penghasilannya rata-rata hanya 30 ribu per hari, ia tetap gigih untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Di sisi lain, Sayem, yang berusia 85 tahun, telah berhenti menggendong barang-barang besar karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan. Namun, ia tetap bekerja di pasar dengan tugas mengupas bawang dan menyortir cabai. Kedua buruh gendong ini tidur di emperan toko di luar Pasar Beringharjo dan senang bisa berkumpul dengan rekan-rekannya seusia yang masih aktif bekerja di pasar. Meskipun penghasilan yang diterima tidak selalu mencapai Rp30 ribu per hari, baik Paijem maupun Sayem merasa puas karena bisa mandiri dan bertemu dengan teman-teman setiap hari. Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mencatat bahwa sekitar 200 buruh gendong terdaftar di Pasar Beringharjo, di mana lebih dari setengah dari mereka adalah lansia. Dalam rangka Hari Perempuan Internasional, sekitar 150 buruh gendong di pasar ini diberikan pemeriksaan kesehatan, vitamin, madu, dan bahan pokok secara gratis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.


