Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB, secara mendadak mengajukan permohonan pengunduran diri yang telah diterima oleh perseroan pada Rabu (4/3), menimbulkan perbincangan di kalangan publik maupun internal Bank BJB. Bank BJB diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi terkait markup dana penempatan iklan yang sedang diselidiki oleh KPK. Meskipun alasan di balik pengunduran diri Yuddy Renaldi belum diungkapkan, keputusan terkait pengunduran dirinya akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) periode buku 2024.
Yuddy Renaldi memiliki rekam jejak pendidikan dan karier cemerlang di dunia perbankan sejak berkarir di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) hingga bergabung dengan Bank BNI sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB pada tahun 2019. Selama kepemimpinannya, ia berusaha memperkuat Bank BJB sebagai bank BUKU IV dengan modal inti di atas Rp30 triliun dan mendukung pembiayaan untuk UMKM di Jawa Barat.
Keputusan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama Bank BJB telah menjadi perhatian publik, dengan keputusan final akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024. Di tengah isu yang sedang berkembang, Bank BJB diprediksi segera menunjuk pengganti untuk menjaga stabilitas perusahaan. Semua pihak menantikan hasil keputusan tersebut, mengingat peran Yuddy Renaldi yang signifikan dalam pengembangan Bank BJB selama kepemimpinannya.


