Pada tanggal 13 September 1950, Saroni bin Maski, seorang pegawai dari Djawatan Air, mengalami insiden tragis saat sedang menjalankan tugasnya di dekat Kebajoran. Saat sedang menjaga mesin pompa air minum dalam bak air yang terletak 6 meter di bawah tanah, Saroni tiba-tiba kesulitan bernapas dan akhirnya pingsan. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh suhu panas di dalam lobang yang membuatnya sesak napas. Saroni segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Informasi ini disampaikan oleh Pusat Data dan Layanan Informasi ANTARA. Peristiwa tersebut merupakan salah satu contoh risiko yang dihadapi oleh para petugas lapangan dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Kejadian tersebut juga menjadi pengingat untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan kesehatan saat bekerja di lingkungan yang mungkin memiliki risiko tertentu.
Tindakan pencegahan dan keselamatan kerja sangat penting untuk diterapkan guna menghindari insiden serupa di masa depan. Pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pelatihan mengenai keselamatan kerja dalam lingkungan pekerjaan agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Kisah tragis ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam lingkungan kerja.
Hak cipta © ANTARA 2025.


