Saturday, January 24, 2026
HomeLenggang JakartaKeindahan dan Toleransi di Masjid Tjia Khang Hoo Jakarta Timur

Keindahan dan Toleransi di Masjid Tjia Khang Hoo Jakarta Timur

- Advertisement -
- Advertisement -

Doel dan istrinya dari Pekayon, Jakarta Timur, tetap melaksanakan salat tarawih di bulan Ramadhan meski hujan rintik-rintik mengguyur. Mereka memilih untuk pergi ke masjid yang berjarak setengah kilometer dari rumah mereka karena atmosfirnya yang nyaman, membuat mereka bisa merasa lebih khusyuk dalam beribadah. Meskipun bentuk luarnya menyerupai kelenteng dengan lima pagoda dan gapura paifang, namun jika dipandang lebih dekat, terlihat jelas ada unsur Islam dalam arsitektur masjid ini. Dinding dalam masjid dihiasi dengan ukiran berwarna emas yang mencantumkan 99 Asmaul Husna, serta lafaz “Allah” dan “Muhammad” di bagian mihrab.

Masjid Tjia Khang Hoo menjadi tempat ibadah yang penting bagi warga lokal, terutama saat bulan Ramadan tiba. Kebersihan dan keindahan bangunan membuat orang-orang semakin merasa nyaman saat beribadah di sana. Selain menjadi tempat untuk memperkuat keimanan, masjid ini juga merawat toleransi di antara penduduk sekitarnya yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Pada akhir 2022, rumah milik seorang Tionghoa mualaf bernama Tjia Khang Hoo diubah menjadi masjid, dan sejak saat itu menjadi tempat ibadah yang penting bagi komunitas setempat. Anak Tjia Khang Hoo kemudian mewakafkan lahan rumah tersebut untuk dijadikan masjid setelah kepulangannya.

Masjid ini bukan hanya menunjukkan ornamen khas Tionghoa, tetapi juga mencakup unsur budaya Betawi, terlihat dari lisplang bercorak gigi balang di bagian atapnya. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga digunakan sebagai tempat belajar-mengajar ilmu keagamaan dan merayakan hari besar agama lainnya. Selama perayaan Imlek, lampion dan ornamen khas Imlek biasanya menghiasi depan masjid, menunjukkan semangat inklusifitas dalam keberagaman budaya. Sesekali, masjid ini juga dikunjungi oleh rombongan biksu asal Thailand, menambah warna dalam kisah toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer