Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) William Aditya Sarana mengajukan permintaan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan menggelar lebih banyak bursa kerja (job fair). Data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan bahwa sebanyak 3.325 pekerja terkena PHK pada bulan Januari 2025, dengan 2.650 di antaranya terjadi di DKI Jakarta. William menekankan bahwa kasus PHK ini sangat disayangkan mengingat situasi ekonomi yang sulit dan menurunnya daya beli masyarakat.
Ia mengingatkan janji Gubernur DKI Jakarta bersama Wakil Gubernurnya untuk menyelenggarakan bursa kerja di seluruh Jakarta guna mengatasi masalah pengangguran. William menekankan pentingnya tindakan segera untuk mempertemukan pekerja yang terkena PHK dengan potensi penyedia kerja. Selain itu, ia juga menyarankan bagi pelaksanaan pelatihan kerja bagi pekerja yang terkena PHK agar dapat melakukan alih profesi dengan lebih lancar.
William juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk menyelenggarakan program pelatihan kerja yang sesuai dengan tuntutan pasar untuk membantu para pekerja yang menganggur akibat PHK. Tindakan ini diharapkan dapat membantu pekerja menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dan segera mendapatkan pekerjaan baru. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat DKI Jakarta yang terdampak PHK.


