Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas basis investor, mendorong penambahan emisi, dan pertumbuhan industri pasar modal yang berkelanjutan. Ketua APEI, Prama Nugraha, menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan fokus pada perluasan akses pasar reksa dana, peningkatan partisipasi emiten dalam pengembangan pasar modal, dan peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Prama menjelaskan bahwa kolaborasi antara APEI dan AMII bertujuan untuk meningkatkan jumlah Agen Penjual Reksa Dana (APERD) serta Gerai Pemasaran Reksa Dana untuk mendukung pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia. Selain itu, AEI juga akan mendorong para anggotanya untuk meningkatkan penciptaan efek guna mendukung pertumbuhan industri dan keberlanjutan pasar modal. Kolaborasi ini juga akan fokus pada peningkatan literasi keuangan, termasuk edukasi terkait investasi di pasar modal.
Ketua AMII, Hanif Mantiq, menyatakan bahwa kerja sama ini akan memperkuat sinergi antara perusahaan efek dan manajer investasi, menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih efisien dan menarik bagi investor. Sementara itu, Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan pasar modal yang inklusif dengan mendorong anggota untuk menerbitkan efek berkualitas dengan tata kelola yang baik. Mereka yakin bahwa pasar modal yang kuat akan menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional.


