Saturday, March 7, 2026
HomeLintas KotaDeteksi Dini Glaukoma: Pencegahan Kebutaan

Deteksi Dini Glaukoma: Pencegahan Kebutaan

- Advertisement -
- Advertisement -

Deteksi Dini Glaukoma Untuk Mencegah Kebutaan

Konsultan oftalmologi Jakarta Eye Center (JEC) Eye Hospitals and Clinics, dr. Iwan Soebijantoro, menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah glaukoma yang dapat menyebabkan kebutaan karena sering kali muncul tanpa gejala. Glaukoma adalah kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan di dalam mata yang merusak saraf optik dan mengakibatkan penurunan fungsi penglihatan.

Data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan bahwa glaukoma menyebabkan 3,2 juta dari 39 juta kasus kebutaan di dunia. Prevalensi glaukoma mencapai 0,46 persen, atau sekitar 4 hingga 5 orang per 1.000 penduduk. Sebanyak 80 persen kasus glaukoma tidak memiliki gejala, membuat pentingnya pemeriksaan mata rutin.

Dalam kasus glaukoma akut, pasien dapat mengalami sakit kepala hebat, pandangan tiba-tiba kabur, mual, muntah, dan nyeri mata intens. Pasien hanya memiliki waktu 2 x 24 jam untuk menurunkan tekanan bola mata sebelum kerusakan menjadi permanen. Oleh karena itu, pemeriksaan mata berkala sangat disarankan terutama untuk individu dengan faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga dengan glaukoma, diabetes, ataupun tekanan bola mata tinggi.

Meskipun glaukoma tidak dapat disembuhkan, penanganan yang tepat dapat membantu memperlambat pengaruh buruknya terhadap penglihatan. Teknologi modern dalam deteksi dini glaukoma, seperti Optical Coherence Tomography (OCT), tes lapangan penglihatan (Perimetri), Tonometri Non-Kontak (Air Puff Test), Goldmann Applanation Tonometry, dan gonioskopi, memungkinkan diagnosis lebih cepat dan akurat untuk membantu dalam penanganan penyakit ini.

Jakarta Eye Center (JEC) Eye Hospitals and Clinics berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan mata. Melalui kampanye edukatif dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, JEC berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat dalam mendeteksi dan mengelola glaukoma lebih awal. Sebagai upaya nyata, JEC juga memberikan program CSR berupa operasi implan glaukoma gratis bagi 100 pasien di berbagai cabang rumah sakitnya di Indonesia. Tindakan ini diharapkan dapat membantu pasien dengan keterbatasan akses untuk mendapatkan pengobatan yang efektif dalam mencegah kebutaan akibat glaukoma.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer