Presiden AS, Donald Trump, telah mengumumkan akan memberlakukan lebih banyak tarif setelah kebijakan pajak impor pada baja dan aluminium yang dilakukannya memicu reaksi balasan dari Uni Eropa dan Kanada. Trump menegaskan bahwa akan ada respons terhadap tindakan balasan tersebut dengan memberlakukan tarif “timbal balik” bulan depan. Ancaman ini menandai eskalasi dalam perang dagang yang telah mengguncang pasar keuangan, memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan konsumen.
Pada hari Rabu, Trump memperluas tarif AS terhadap baja dan aluminium, menetapkan bea masuk sebesar 25% secara menyeluruh dan mengakhiri pengecualian yang sebelumnya diberikan untuk beberapa negara. Ancaman Trump juga termasuk penerapan tarif pada produk seperti tembaga, kayu, dan mobil. Uni Eropa dan Kanada merespons dengan mengenakan tarif balasan terhadap produk AS. Meskipun negara-negara lain seperti Inggris, Australia, Meksiko, dan Brasil menahan diri untuk memberikan respons langsung.
Selain itu, Kanada mengumumkan akan memberlakukan pajak 25% pada produk AS senilai hampir C$30 miliar, sementara Uni Eropa akan menaikkan tarif pada barang-barang AS senilai hingga €26 miliar. Respons ini dimaksudkan sebagai langkah “kuat namun proporsional”. Trump menegaskan kesungguhannya dalam pertarungan dagang ini, menyebut kebijakan perdagangan UE sebagai hal yang merugikan produk AS. Pajak impor ini dikhawatirkan akan meningkatkan harga bagi konsumen AS dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Beberapa produsen besar telah meminta pengecualian khusus terhadap tarif impor, sementara UE mengestimasi bahwa tarif AS akan memengaruhi 5% dari total ekspornya ke AS. Pasar keuangan di AS juga bereaksi terhadap perang dagang ini dengan saham bergerak bervariasi. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari pertarungan ekonomi ini.
Perang Dagang AS vs Dunia Memanas: Donald Trump Naikkan Tarif Impor
- Advertisement -
- Advertisement -


