Ifan Seventeen adalah sosok yang sudah tidak asing lagi di industri musik Indonesia. Sebagai vokalis band Seventeen, suaranya yang khas dan lagu-lagu hitsnya telah mencuri hati para penggemar selama bertahun-tahun. Namun, belakangan ini, perhatian publik beralih pada peran barunya di dunia bisnis sebagai Direktur Utama PT Perum Produksi Film Negara (PFN), sebuah BUMN di industri perfilman. Hal ini tentu menuai beragam respons mengingat latar belakang musikalnya yang lebih terkenal.
Ifan Seventeen, atau Riefian Fajarsyah, lahir di Yogyakarta pada 16 Maret 1983. Meskipun lahir di Yogyakarta, masa kecilnya dihabiskan di Jakarta dan menempuh pendidikan di beberapa sekolah di sana. Ketertarikannya pada musik muncul saat SMA, di mana ia aktif dalam berbagai kompetisi menyanyi dan berhasil meraih gelar juara pada festival vokal antarpelajar. Karier profesionalnya dimulai pada 2006 ketika bergabung dengan Seventeen dan mencapai kesuksesan besar dengan lagu-lagu hits.
Namun, kehidupan Ifan tak selalu mulus. Tragedi tsunami Selat Sunda pada 2018 merenggut tiga anggota band dan membuatnya menjadi satu-satunya yang selamat. Peristiwa itu menjadi momen berat yang mengubah arah kariernya. Selain di dunia musik, Ifan juga terlibat dalam dunia film dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI. Penunjukan sebagai Direktur Utama PFN oleh Kementerian BUMN menjadi langkah baru bagi karier Ifan, dengan harapan bisa membawa perubahan positif bagi industri perfilman nasional.
Meskipun terkenal di musik, pengalaman dan latar belakang seni yang dimiliki Ifan diharapkan dapat memberikan nuansa baru dalam industri film Indonesia. Peran barunya dalam memimpin PFN diharapkan mampu mendorong inovasi dan perkembangan positif di sektor perfilman Tanah Air.


