Gregoria Mariska Tunjung mengakui kesulitan dalam menghadapi pemain-pemain China setelah kalah dalam All England 2025. Meskipun berjuang keras, Gregoria tak mampu melanjutkan ke babak selanjutnya setelah menyerah kepada Han Yue. Pertemuan kali ini membuat catatan pertemuan keduanya menjadi 4-5 untuk keunggulan atlet China tersebut. Gregoria merasa kesulitan membalas permainan lawan, termasuk dari pemain-pemain China pada umumnya. Meski begitu, dia menyadari perlunya perbaikan agar bisa mengatasi tantangan ini.
Kekalahan ini juga menjadi yang ketiga berturut-turut bagi Gregoria dalam meraih semifinal All England. Menurutnya, kondisi fisiknya masih belum pulih sepenuhnya setelah mengalami cedera bulan Oktober tahun lalu. Gregoria berusaha untuk meningkatkan massa otot dan menurunkan berat badan dengan tetap menjaga tenaganya. Hal ini diharapkan akan membantunya menjadi lebih ringan dalam bergerak, lebih cepat, dan memiliki kelincahan yang lebih baik di lapangan.
Dengan eliminasi Gregoria, harapan Indonesia untuk gelar juara tunggal putri pun pupus. Fokus kini beralih ke sektor ganda putra, dimana pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani berhasil melaju ke semifinal. Kedua pasangan tersebut akan saling bersaing untuk mendapatkan satu tiket final bagi Indonesia. Semoga Indonesia dapat meraih kesuksesan di cabang ganda putra ini.


