Jalan rusak dan jembatan terputus di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan karena kondisi tragis yang terjadi di Desa Fatunaus. Warga kesulitan saat ada bayi yang meninggal di wilayah tersebut. Peti jenazah bayi harus diangkut menggunakan sepeda motor karena sulitnya akses akibat kondisi jalan yang rusak dan terputus. Warga Desa Fatunaus membutuhkan waktu 10 jam untuk mengantar peti jenazah melintasi sungai dan jalan berbatu.
Ofi Marlin Kunua, seorang warga Desa Fatunaus, mengungkapkan bahwa bayinya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan di Kupang. Ia menuturkan betapa sulitnya perjalanan karena jalan yang berbatu dan medan yang sulit ditempuh, terutama saat hujan deras. Meskipun sudah berjuang untuk sampai ke rumah sakit, bayi tidak bisa diselamatkan. Keadaan tersebut memaksa warga setempat untuk menggunakan motor sebagai alternatif kendaraan yang dapat melewati medan yang sulit akibat kondisi jalan yang rusak parah.


