Saturday, January 17, 2026
HomeLifestyleDampak Kesehatan Berbuka dengan Gorengan: Apa Saja?

Dampak Kesehatan Berbuka dengan Gorengan: Apa Saja?

- Advertisement -
- Advertisement -

Gorengan menjadi salah satu menu favorit yang sering disajikan saat berbuka puasa, tetapi ada anggapan bahwa makanan ini sebaiknya dihindari karena kurang sehat. Namun, apakah benar mengkonsumsi gorengan saat berbuka bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, mengonsumsi gorengan saat berbuka sebenarnya boleh, namun dengan catatan tertentu. Penting untuk memperhatikan porsi dan waktu yang tepat untuk makan gorengan. Prof. Ari menyarankan untuk mengonsumsi cemilan ringan yang manis seperti kurma, kue kecil, atau jus sebelum makan besar setelah salat Magrib.

Gorengan dibuat dengan cara digoreng dalam minyak banyak, yang dapat meningkatkan kalori dan lemak trans. Beberapa jenis gorengan memiliki kandungan kalori dan lemak tertentu per potongnya, seperti tempe goreng tepung, tahu isi, bakwan, pisang goreng, dan singkong goreng. Konsumsi gorengan berlebihan bisa menyebabkan risiko obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, dan masalah jantung.

Untuk mengonsumsi gorengan dengan lebih sehat, disarankan membatasi jumlahnya dan memilih gorengan yang dibuat sendiri di rumah dengan minyak sekali pakai yang rendah lemak trans. Menggoreng tanpa tepung juga bisa membantu mengurangi jumlah kalori dalam gorengan. Penting untuk menjaga asupan makanan bergizi seimbang selama berpuasa dan tetap memperhatikan kebutuhan cairan tubuh.

Dengan demikian, meskipun boleh mengkonsumsi gorengan saat berbuka puasa, pengguna perlu memperhatikan porsi, jenis gorengan, dan cara memasaknya untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan makanan selama bulan puasa. Disarankan juga untuk tidak mengonsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan dan tetap memprioritaskan makanan sehat dan bergizi.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer