Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan Stasiun Kereta Api (KA) Gambir, Jakarta, untuk menghadapi arus mudik dan balik angkutan Lebaran 2025 agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman. Dalam upaya ini, Menhub bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan peninjauan langsung kesiapan sarana dan prasarana Stasiun Gambir. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Stasiun Gambir siap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Masyarakat Angkutan Lebaran 2025 yang dikeluarkan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, Stasiun Gambir menjadi salah satu titik keberangkatan utama pemudik, dengan perkiraan 996,65 ribu penumpang atau 4,24 persen dari total pemudik nasional. Menhub Dudy dan Seskab Teddy meninjau berbagai aspek kesiapan Stasiun Gambir, mulai dari sistem tiket, fasilitas publik, aksesibilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus, hingga kesiapan rangkaian kereta api.
Menhub menekankan pentingnya kesiapan personel pelayanan dan keamanan serta sinergi antar PT KAI, kepolisian, dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran operasional stasiun. Puncak arus mudik Lebaran 2025 diproyeksikan terjadi pada 28 Maret 2025, dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 12,1 juta orang. Pemerintah akan menerapkan kebijakan efektif untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, termasuk penerapan kebijakan WFA, mudik gratis, dan rekayasa lalu lintas.
Menhub menegaskan pentingnya pengaturan lalu lintas, terutama di daerah-daerah yang berisiko tinggi mengalami kemacetan, dalam rangka menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Dengan koordinasi yang baik antarinstansi, diharapkan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar.


