Mengajarkan anak-anak untuk melaksanakan shalat berjamaah sejak usia dini menjadi salah satu didikan penting dalam membentuk karakter dan keimanan mereka terhadap ibadah. Didikan itu menjadi lebih lengkap jika mengajaknya shalat jamaah ke masjid. Dengan membawa anak-anak ke masjid, tak hanya belajar shalat, namun dapat menjadi bentuk pengenalan mereka terhadap tempat ibadah Islam. Sebelum mengajarkan anak perihal shalat, lebih baiknya kita memahami terlebih dulu ilmu agama terkait tata cara shalat berjamaah, terutama posisi shaf shalat jamaah bersama anak yang benar.
Berdasarkan syariat Islam, posisi shaf antara imam dan makmum yakni dimulai penempatan laki-laki dewasa yang sudah baligh di barisan paling depan. Kemudian, dilanjutkan shaf untuk anak laki-laki yang belum baligh dan diikuti shaf belakangnya untuk khuntsa (orang yang memiliki kelamin ganda). Terakhir, barisan paling belakang diperuntukkan bagi jamaah wanita. Untuk anak kecil yang sudah berada di shaf depan sebelum datangnya orang yang baligh, hal tersebut tidak masalah selama mereka tidak membuat keributan. Akan lebih baik apabila orang tua tersebut berpindah ke shaf belakang mengikuti aturan posisi shaf anak kecil dan tetap dapat mengawasi anak.
Saat belajar shalat, ada beberapa anak yang semangat untuk menjadi imam shalat. Dalam mazhab Syafi’i, diperbolehkan dan sah shalatnya bagi orang yang sudah baligh untuk bermakmum kepada anak kecil yang sudah tamyiz (dapat membedakan hal baik dan buruk) dan memahami syarat serta rukun shalat. Walaupun shalat tersebut sah, hukumnya tetap makruh, karena lebih utama jika yang menjadi imam adalah orang yang sudah baligh. Hukum shalat ini berlaku untuk semua shalat, baik fardhu maupun sunnah, kecuali shalat Jumat.
Dalam ajaran Islam, seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi imam bagi laki-laki dalam keadaan apa pun, termasuk jika makmumnya adalah anak laki-laki yang belum baligh. Kepemimpinan dalam shalat berjamaah tetap berada di tangan laki-laki. Dengan memahami tata cara shalat jamaah bersama anak kecil, kita bisa shalat bersama anak dengan sah sekaligus mengajarkan ibadah shalat sejak dini.


