Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah mengakui bahwa kebijakan efisiensi dan larangan study tour memberikan dampak yang signifikan bagi Kota Bandung. Dua kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mempengaruhi sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan di kota tersebut. Sebagai contoh, hotel-hotel di Kota Bandung mengalami penurunan pendapatan setelah adanya efisiensi anggaran yang melarang rapat-rapat kedinasan.
Tidak hanya itu, larangan study tour bagi siswa sekolah yang diberlakukan juga memperparah kondisi ini. Meskipun demikian, Farhan memahami dan mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat dan provinsi. Dia mendorong jajaran pemerintah kota untuk lebih kreatif dalam menghadapi kebijakan tersebut, dengan mencari solusi alternatif yang dapat mengatasi dampak dari larangan tersebut.
Salah satu langkah yang telah diambil oleh Farhan adalah dengan memperbaiki kolam renang Tirtalega milik Pemerintah Kota Bandung sebagai antisipasi atas larangan renang bagi siswa. Dia juga memberikan kebebasan bagi warga umum dan komunitas masyarakat untuk memberikan masukan kepada pihaknya, dalam upaya membangun solusi yang lebih baik. Dengan demikian, Kota Bandung terus berupaya untuk menjaga sektor pariwisata tetap menjadi salah satu lokomotif perekonomian di tengah berbagai kebijakan yang diberlakukan.


