Monday, March 9, 2026
HomeFinansialProyeksi BI: Suku Bunga 5,75% Maret 2025

Proyeksi BI: Suku Bunga 5,75% Maret 2025

- Advertisement -
- Advertisement -

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, Teuku Riefky, memproyeksikan bahwa dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Maret 2025, Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga pada level 5,75 persen. Meskipun saat ini inflasi masih di bawah target BI yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen, namun diperkirakan akan kembali ke level tersebut dalam waktu beberapa bulan ke depan. Menurut Riefky, periode Ramadhan dan Idul Fitri dapat memberikan tekanan harga sementara.

Di sisi lain, ia juga menyatakan bahwa terdapat risiko eksternal akibat volatilitas pasar keuangan global dan meningkatnya ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang menimbulkan sengketa tarif. Hal ini menyebabkan pasar keuangan global dan meningkatkan tekanan sentimen terhadap rupiah. Selain itu, The Fed, bank sentral AS, juga menghadapi ketidakpastian kebijakan perdagangan AS yang dapat berdampak pada keputusan kebijakan suku bunga.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah pelaku pasar mengharapkan The Fed tidak akan mengubah suku bunganya, dan jika terjadi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia, hal ini dapat menambah tekanan pada rupiah. Oleh karena itu, beberapa ekonom, seperti Chief Economist Bank BCA David Sumual, menyatakan pentingnya Bank Indonesia mempertahankan tingkat suku bunga untuk menjaga stabilitas dan ketahanan pasar keuangan. Deflasi yang terjadi beberapa bulan belakangan hanya bersifat sementara, sementara rupiah masih dalam tekanan akibat kondisi global yang tidak pasti.

Dengan pertimbangan tersebut, Bank Indonesia diharapkan memprioritaskan stabilitas nilai tukar dan ketahanan pasar keuangan dengan mempertahankan suku bunga pada level 5,75 persen dalam RDG bulan Maret 2025. Keputusan ini diharapkan dapat membantu menghadapi ketidakpastian eksternal yang terkait dengan perdagangan global dan kebijakan suku bunga The Fed, serta menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer