Saturday, January 17, 2026
HomeLintas KotaStrategi Pemprov DKI Tiru Paris & Bangkok Atasi Polusi Udara

Strategi Pemprov DKI Tiru Paris & Bangkok Atasi Polusi Udara

- Advertisement -
- Advertisement -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan meniru praktik kota besar seperti Paris dan Bangkok dalam mengatasi masalah polusi udara. Saat ini Jakarta memiliki 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Bangkok yang memiliki 1.000 SPKU dan Paris dengan 400 SPKU. Asep Kuswanto, Kepala DLH DKI Jakarta, mengatakan peningkatan jumlah SPKU merupakan langkah penting untuk intervensi yang lebih efektif dan akurat. Keterbukaan dalam menyampaikan data polusi udara juga menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan.

Penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah menjadi target DLH DKI Jakarta untuk memperluas dan meningkatkan pemantauan. Hal ini diharapkan dapat membantu mendeteksi dengan lebih jelas sumber-sumber polusi udara, termasuk polutan yang masuk dari luar Jakarta. Sementara itu, fenomena El Nino tidak diperkirakan terjadi secara global tahun ini, yang berpotensi mempengaruhi musim kemarau di Indonesia.

Profesor Puji Lestari dari ITB juga menyoroti bahwa sebagian besar polusi udara di Jakarta berasal dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor. Kondisi udara di Jakarta juga dipengaruhi oleh wilayah sekitarnya, yang juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Koordinasi lintas wilayah dan pendekatan berbasis data yang terbuka diharapkan dapat membantu dalam memperbaiki kualitas udara Jakarta secara signifikan. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan Jakarta dapat mengikuti jejak kota-kota besar lainnya dalam mengatasi masalah polusi udara.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer