Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Purwokerto, Jawa Tengah, menggelar aksi protes menolak RUU TNI. Saat berada di depan Kodim Banyumas dan Alun-alun Purwokerto, para mahasiswa melakukan aksi simbolis dengan menebarkan kotoran sapi sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa poster dan spanduk bertuliskan “Anti Rezim Fasis Prabs”, “Tolak UU TNI”, serta “Lawan Fasisme”. Presiden BEM Universitas Jenderal Soedirman, Muhammad Hafidz Baihaqi, menyatakan bahwa tujuan aksi ini adalah menolak RUU TNI karena membuka peluang dominasi militer di wilayah sipil. Ia juga menekankan bahwa UU TNI yang telah disahkan memiliki dampak serius, termasuk perluasan jabatan sipil yang dapat diisi oleh perwira aktif TNI dan pemberian izin bagi TNI untuk terlibat dalam bisnis. Pengunjuk rasa menyayangkan perubahan pada pasal-pasal penting terkait tugas dan wewenang TNI, terutama perluasan kewenangan TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Setelah aksi di depan Kodim Banyumas, massa bergerak menuju Alun-alun Purwokerto untuk terus menyuarakan penolakan terhadap RUU TNI melalui orasi.


