Pacific Caesar Surabaya menutup putaran pertama IBL 2025 dengan catatan pahit. Bermain di hadapan lawan yang tampil lebih rapi dan agresif, tim asal Surabaya itu harus mengakui keunggulan Dewa United Banten dengan skor 75-92. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa Pacific masih tertahan di papan bawah klasemen sementara setelah hanya mengantongi tiga kemenangan sepanjang putaran pertama.
Dewa United Kuasai Jalannya Laga
Sejak awal pertandingan, Dewa United Banten tampil lebih dominan dan mampu menjaga tempo permainan tetap berada dalam kendali mereka. Pacific Caesar Surabaya sempat berusaha memberi perlawanan, tetapi konsistensi tim tamu membuat mereka sulit mengejar ketertinggalan. Skor akhir 92-75 menggambarkan jarak permainan yang cukup jelas antara kedua tim pada laga ini.
Pacific Caesar Perlu Evaluasi Menjelang Putaran Berikutnya
Bagi Pacific Caesar Surabaya, hasil ini menjadi alarm serius menjelang putaran selanjutnya. Klub yang sudah berdiri di Kota Surabaya sejak 1968 itu kini menempati peringkat ke-10 dalam klasemen sementara IBL 2025. Dengan modal tiga kemenangan di putaran pertama, tim ini dituntut memperbaiki banyak aspek, mulai dari organisasi permainan hingga efektivitas penyelesaian serangan, jika ingin bersaing lebih ketat di fase berikutnya.
Catatan untuk Tim Legendaris Surabaya
Pacific Caesar bukan nama asing dalam sejarah basket Surabaya. Namun, perjalanan panjang itu belum cukup untuk menopang performa mereka di musim ini. Kekalahan dari Dewa United menjadi pengingat bahwa pengalaman saja tidak cukup tanpa peningkatan nyata di lapangan. Putaran berikutnya akan menjadi kesempatan untuk membuktikan apakah evaluasi yang dilakukan benar-benar bisa mengubah arah permainan mereka.
(Hanif Nasrullah/Andi Bagasela/Roy Rosa Bachtiar) Source link


