Produktivitas padi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah meningkat pesat berkat penggunaan pupuk organik bersubsidi Petroganik. Produktivitas padi lahan demonstration plot (demplot) di Desa Kamolan, Blora naik hingga 17,2%, dari sebelumnya hanya 6,5 ton per hektare menjadi 7,4 ton per hektare. Penggunaan pupuk organik ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, menjelaskan bahwa Pupuk Indonesia melakukan demplot Petroganik untuk memberikan contoh kepada petani. Kombinasi penggunaan pupuk anorganik dan organik telah terbukti berhasil meningkatkan produktivitas secara signifikan. Tri Wahyudi berharap petani di Kabupaten Blora dapat menduplikasi sistem budidaya demplot ini untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Pupuk Indonesia juga telah mengalokasikan pupuk bersubsidi terbesar nomor dua di Provinsi Jawa Tengah, dengan Kabupaten Blora mendapatkan alokasi 10% dari total alokasi pupuk organik sebanyak 50.341 ton. Saat ini, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Blora telah mencapai 22% dari total alokasi, sementara persentase penebusan pupuk bersubsidi Jawa Tengah masih 18%. Program ini merupakan bentuk kerjasama antara Pupuk Indonesia, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah untuk mendukung program swasembada pangan dan pertanian berkelanjutan.


