Sunday, March 15, 2026
HomeBisnisDampak Positif Hilirisasi Baja: Kemenperin Sebut SNI dan SIH

Dampak Positif Hilirisasi Baja: Kemenperin Sebut SNI dan SIH

- Advertisement -
- Advertisement -

Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Industri Hijau (SIH) oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diklaim dapat meningkatkan multiplier effect dalam hilirisasi baja. Menurut Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, penerapan dua standardisasi ini membantu pengusaha industri pengolahan baja untuk menjaga mutu produk dan meningkatkan daya saing di pasar internasional. Dengan demikian, produk hilir yang dihasilkan dapat diterima tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar luar negeri. Melalui penerapan standar tersebut, pengusaha manufaktur baja dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, yang kemudian membuka peluang ekspansi bisnis dan peningkatan tenaga kerja.

Sektor baja masuk dalam prioritas pengembangan oleh Kementerian Perindustrian karena kinerjanya yang gemilang dan pertumbuhan yang tinggi. Permintaan domestik dan luar negeri yang tinggi memacu pertumbuhan sektor ini, dengan volume ekspor yang meningkat signifikan. Hal ini tercermin dari peningkatan harga scrap di pasar baja global dan kenaikan harga yang disebabkan oleh permintaan luar negeri terhadap produk baja domestik.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu bara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, mengatakan bahwa hilirisasi baja memiliki potensi untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Sebagai salah satu bahan baku penting dalam sektor konstruksi, baja memainkan peran vital dalam pembangunan infrastruktur, termasuk dalam program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan pentingnya hilirisasi baja dalam mendukung pembangunan nasional dan mencapai kemandirian industri Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer