Pemerintah Perlu Mendengarkan Masukan Publik untuk Memulihkan IHSG Bursa Efek Indonesia
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa pemerintah seharusnya lebih mendengarkan masukan publik dalam upaya memulihkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia. Bhima menekankan bahwa melemahnya IHSG disebabkan oleh akumulasi preseden negatif baru-baru ini.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pelemahan IHSG adalah terkait dengan tata kelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Konsep Danantara, yang bertujuan mengelola keuntungan dari BUMN terutama dari sektor perbankan, dinilai cukup riskan bagi investor. Selain itu, penunjukan Thaksin Shinawatra sebagai Dewan Penasihat Danantara juga menimbulkan kekhawatiran bagi investor mengingat rekam jejak Thaksin yang kontroversial.
Disamping masalah internal, dinamika politik dalam negeri juga menjadi faktor yang memicu pelemahan IHSG. Demonstrasi menolak RUU TNI yang direspon dengan pengesahan draf menjadi undang-undang dinilai dapat memicu instabilitas politik. Biarkan partisipasi militer dalam sektor ekonomi lebih lanjut juga berpotensi menekan kepercayaan investor.
Pemerintah perlu memperbaiki kepercayaan publik untuk menghindari risiko yang berkelanjutan. Kinerja IHSG yang melemah juga berpotensi merugikan foreign direct investment (FDI) di Indonesia. Karena itu, langkah-langkah strategis perlu segera diambil untuk mengembalikan kestabilan pasar.
Meskipun beberapa ahli ekonomi dan pejabat pemerintah berpendapat bahwa struktur kepengurusan Danantara tidak menjadi penyebab langsung dari koreksi IHSG, masih penting bagi pemerintah untuk mendengarkan masukan dan meyakinkan investor tentang kebijakan yang diambil. IHSG yang mengalami koreksi signifikan pada hari itu harus diwaspadai, dan langkah-langkah harus diambil untuk memulihkannya.
Dengan perbaikan kepercayaan publik, langkah-langkah transparansi, dan kebijakan yang berwawasan ke depan, diharapkan IHSG bisa kembali menguat dan membawa kebaikan bagi perekonomian dan seluruh masyarakat Indonesia.


