Diperlukan peninjauan ulang terkait kebijakan yang membebani APBN untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan investor guna memulihkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor asing melepaskan modal dari Indonesia karena melihat fundamental ekonomi yang dinilai kurang baik, sehingga IHSG memerah. Aliran uang yang pindah ke Surat Berharga Negara (SBN) juga turut menyebabkan penurunan IHSG, seiring dengan suku bunga pengembalian SBN yang tinggi di atas 7 persen.
Untuk mengatasi hal tersebut, Nailul Huda dari Celios mengatakan bahwa evaluasi kebijakan yang memberatkan APBN dan menciptakan sentimen negatif perlu segera dilakukan. Evaluasi ini harus terjadi di pasar SBN agar tidak saling berebut di pasar uang. Trading halt, atau penghentian sementara perdagangan di pasar saham, juga dipengaruhi oleh beberapa kebijakan atau kejadian yang memengaruhi kepercayaan investor.
Selain itu, penurunan peringkat investasi saham Indonesia oleh Morgan Stanley dan Goldman Sachs juga dipicu oleh data fiskal yang tidak menggembirakan, seperti potensi rasio utang terhadap PDB yang akan membengkak. Akibatnya, investor, terutama dari luar negeri, melakukan panic selling dan menahan investasi sambil menunggu kebijakan pemerintah.
Pada Senin pagi, IHSG di BEI dibuka melemah, menunjukkan adanya penurunan. Hal ini juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang turun. Upaya evaluasi kebijakan dan aspek fundamental ekonomi diharapkan dapat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat dan investor serta meningkatkan kembali IHSG dari penurunan yang terjadi.








