Nilai tukar rupiah melemah akibat sikap hati-hati investor terhadap potensi risiko tarif perdagangan AS. Pelaku pasar mengantisipasi peningkatan perang dagang global menyusul rencana Presiden Donald Trump menerapkan tarif timbal balik. Meskipun Trump mengancam dengan tarif tersebut, pasar ragu dengan komitmennya karena perubahan langkah sebelumnya terhadap Kanada dan Meksiko. Tiongkok dan Uni Eropa pun bersiap untuk balasan terhadap AS. Di sisi lain, dalam negeri, banyak perusahaan bangkrut dan terjadi PHK besar-besaran, sehingga Hari Lebaran diprediksi akan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Lebaran selalu menjadi momen penting bagi sektor ritel, pariwisata, makanan-minuman, dan transportasi untuk meningkatkan bisnis. Masyarakat diharapkan dapat berbelanja lebih banyak selama periode ini, meningkatkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.








