Dampak gempa yang terjadi di Myanmar juga dirasakan di Thailand, dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok membuka saluran hotline darurat bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) di Thailand. KBRI Bangkok memberikan nomor hotline perlindungan yang bisa dihubungi WNI di Thailand apabila membutuhkan bantuan terkait dampak gempa. Selain itu, WNI juga dapat menghubungi nomor layanan konsuler dan paspor RI.
KBRI Bangkok menyarankan agar WNI di Thailand tetap mengikuti informasi terbaru terkait gempa melalui saluran resmi pemerintah Thailand. Otoritas metropolitan Bangkok juga telah merilis nomor hotline darurat untuk menerima laporan masyarakat terdampak gempa. Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih belum menerima informasi mengenai WNI di Thailand maupun Myanmar yang menjadi korban jiwa dalam gempa tersebut.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut terjadi di Myanmar dengan titik gempa di Kota Sagaing dan terasa hingga wilayah utara dan tengah Thailand, termasuk Bangkok. Akibat bencana ini, Perdana Menteri Thailand menetapkan Bangkok sebagai zona darurat dan memerintahkan mobilitas operasi tanggap bencana. Infrastruktur di Mandalay dilaporkan rusak, termasuk jembatan Old Sagaing yang runtuh sehingga memutus akses antara Mandalay dan Sagaing. Myanmar juga telah menetapkan status darurat bencana sebagai respons terhadap gempa yang terjadi.








