Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan domestik mencapai Rp1,93 triliun dalam pekan terakhir bulan ini. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa sebagian besar modal asing tersebut masuk ke pasar saham dengan nilai mencapai Rp2,63 triliun. Sementara itu, sejumlah modal asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan total sekitar Rp0,51 triliun dan Rp0,19 triliun. Dengan demikian, total modal asing yang masuk bersih adalah sebesar Rp1,93 triliun.
Data setelmen hingga 26 Maret 2025 menunjukkan bahwa selama tahun ini, modal asing keluar dari pasar saham sebesar Rp32,02 triliun. Sementara itu, modal asing masuk bersih ke pasar SBN dan SRBI masing-masing sebesar Rp16,08 triliun dan Rp10,98 triliun. Selain itu, premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun mengalami kenaikan dari 90,41 basis point per 21 Maret 2025 menjadi 90,84 basis point per 26 Maret 2025.
Pada hari Kamis, nilai tukar rupiah melemah sedikit menjadi Rp16.590 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.575 per dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 104,55 pada akhir perdagangan Rabu (26/3). DXY adalah indeks yang mencerminkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama.
Imbal hasil dari obligasi SBN 10 tahun turun menjadi 7,09 persen pada Kamis pagi, dari sebelumnya 7,13 persen pada akhir perdagangan Rabu. Sementara itu, imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik menjadi 4,352 persen pada akhir perdagangan Rabu. Tren aliran modal asing dan fluktuasi pasar keuangan terus menjadi sorotan dalam aktivitas ekonomi global.







