Pelita Jaya Basketball pulang dari Kuala Lumpur dengan pelajaran yang mahal sekaligus kemenangan penting. Sempat tertinggal jauh hingga 20 poin di babak pertama, tim asuhan Johannis Winar justru tampil lebih rapi dan agresif setelah turun minum untuk menundukkan NS Matrix Deers 88-82 dalam laga BCL Asia 2025. Bagi Winar, hasil ini bukan sekadar soal skor akhir, melainkan bukti bahwa disiplin dan perubahan cara bermain bisa mengubah arah pertandingan.
Perubahan di Babak Kedua Jadi Titik Balik
Pelita Jaya terlihat kesulitan pada awal laga dan bahkan sempat tertinggal 30-50. Namun, situasi itu berubah total ketika mereka mulai menekan lawan lewat pertahanan yang lebih ketat, tempo yang lebih cepat, dan keputusan yang lebih disiplin di setiap penguasaan bola. Winar menegaskan, timnya memang harus mengubah pendekatan jika ingin keluar dari tekanan besar NS Matrix.
Menurut dia, kunci kebangkitan Pelita Jaya ada pada fokus bertahan, keberanian bermain agresif, serta kecepatan dalam transisi. Kombinasi itu membuat ritme permainan NS Matrix mulai terganggu dan memberi ruang bagi Pelita Jaya untuk mengejar ketertinggalan sedikit demi sedikit.
Jawato, McDaniels, dan Dickey Mengangkat Tim
Kebangkitan Pelita Jaya tak lepas dari kontribusi tiga pemain utama. Brandon Jawato tampil tajam dengan 28 poin, sementara KJ McDaniels mencatat 27 poin, 18 rebound, 7 assist, dan 4 blok. Di bawah ring, James Dickey juga memberi dampak besar lewat 10 poin dan 11 rebound.
Ketiganya menjadi motor utama saat Pelita Jaya mulai memangkas jarak dan akhirnya menekan balik NS Matrix di penghujung laga. Saat tuan rumah sempat unggul 82-79, Pelita Jaya justru menutup pertandingan dengan sembilan poin tanpa balas. Tembakan tiga angka Jawato menjadi salah satu pukulan penting, disusul kontribusi McDaniels, Rachman, dan Dickey yang memastikan tim tamu keluar sebagai pemenang.
McDaniels Jadi Sorotan
Selain angka-angka impresif di lapangan, McDaniels juga mencuri perhatian karena dinobatkan sebagai Player of The Game. Ia mencatat efisiensi tertinggi sepanjang Window 1 dengan EFF 46, tertinggi di antara seluruh peserta. Catatan itu menegaskan betapa besar pengaruhnya dalam kemenangan Pelita Jaya di Kuala Lumpur.
Modal Berharga Jelang Laga di Jakarta
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang penderitaan NS Matrix Deers yang belum meraih kemenangan dari tiga pertandingan awal. Bagi Pelita Jaya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum melanjutkan persiapan untuk laga kedua di Jakarta pekan depan. Dengan modal kemenangan comeback yang keras dan penuh disiplin ini, Pelita Jaya punya alasan kuat untuk menjaga momentum saat kembali turun ke lapangan.
Source link


