Mudik menjelang hari raya adalah waktu berharga untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, perjalanan panjang sering kali memberikan tantangan seperti kemacetan dan sulitnya akses air bersih. Dalam kondisi ini, Islam memberikan kemudahan berupa tayamum cara bersuci sebagai pengganti wudhu menggunakan debu atau permukaan suci lainnya. Tayamum menjadi solusi bagi pemudik yang kesulitan menemukan air, tetapi pelaksanaannya harus memenuhi syarat dan tata cara sesuai syariat.
Tayamum diperbolehkan dalam situasi tertentu yang membuat seseorang tidak dapat menggunakan air. Beberapa kondisi yang membolehkan tayamum adalah jika air tidak ditemukan secara kasat mata atau secara syar’i. Jika air berada di lokasi yang sulit dijangkau atau terlalu jauh, atau jika sulit menggunakan air karena kondisi fisik atau pertimbangan syar’i, seperti saat kondisi sangat dingin.
Agar sah di mata syariat, tayamum harus dilakukan sesuai dengan tata cara yang benar. Langkah-langkahnya meliputi mencari debu atau permukaan suci yang bersih, menghadap kiblat dan membaca basmalah, menempelkan kedua telapak tangan di debu, mengusap wajah, menempelkan tangan ke debu lagi, mengusap tangan kanan dan kiri, mengusap ibu jari, membersihkan di antara jari-jari, dan membaca doa setelah tayamum. Setelah tayamum selesai, disunnahkan membaca doa yang sesuai dengan ajaran agama. Dengan memahami syarat-syarat tayamum dan mengikuti tata cara yang benar, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan baik selama perjalanan mudik menjelang hari raya.







