Tuesday, December 16, 2025
HomeBisnisPemerintah Siapkan Rumah Subsidi untuk Perawat, Guru, dan Nelayan

Pemerintah Siapkan Rumah Subsidi untuk Perawat, Guru, dan Nelayan

- Advertisement -
- Advertisement -

Pemerintah Siapkan Program Rumah Subsidi untuk Tenaga Kesehatan, Guru, dan Nelayan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan program rumah subsidi untuk tenaga kesehatan, guru, dan nelayan. Ara menyebutkan bahwa akan disiapkan 30.000 rumah subsidi untuk tenaga kesehatan, 20.000 rumah untuk guru, dan 20.000 rumah untuk nelayan.

Program subsidi rumah ini telah mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dan Bank Indonesia melalui insentif kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Ara juga menyampaikan bahwa program rumah subsidi sedang disiapkan untuk pekerja industri media sebanyak 1.000 rumah.

Rincian program subsidi rumah untuk tenaga kesehatan meliputi 15.000 unit untuk perawat, 10.000 unit untuk bidan, dan 5.000 unit untuk tenaga kesehatan lainnya. Penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi akan didukung oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga melakukan open house di kediamannya pada hari pertama Idul Fitri. Beberapa pejabat pemerintahan dan petinggi BUMN hadir dalam acara tersebut, seperti Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Acara open house tersebut juga dihadiri oleh para eksekutif BUMN dan pejabat negara lainnya, seperti CEO BPI Daya Anagata Nusantara Rosan Roeslani, Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk Arsyad Rasjid, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dan mantan Wamendag Jerry Sambuaga.

Upaya pemerintah dalam menyediakan rumah subsidi untuk berbagai kelompok masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas. Program ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung kebutuhan perumahan bagi para tenaga kesehatan, guru, nelayan, dan pekerja media.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer