Tuesday, December 16, 2025
HomeBeritaNegosiasi: Pilihan Terbaik Daripada Balas AS

Negosiasi: Pilihan Terbaik Daripada Balas AS

- Advertisement -
- Advertisement -

Pendiri Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Fadhil Hasan, menyatakan bahwa pemerintah sebaiknya melakukan negosiasi bilateral dengan Amerika Serikat (AS) daripada melakukan retaliasi terhadap kebijakan tarif dagang tinggi yang diterapkan oleh AS. Fadhil menilai langkah AS tersebut cukup rasional meskipun masih kontroversial. Dampak dari kebijakan tarif tersebut belum dapat diprediksi, tetapi bergantung pada respons dari negara yang terkena dampak, termasuk Indonesia.

Ada dua kemungkinan hasil dari kebijakan tarif AS, pertama, jika negara-negara lain tidak merespons dengan cara yang sama, perdagangan akan menjadi lebih adil dan mendorong efisiensi serta pertumbuhan ekonomi, terutama di AS. Kemungkinan kedua adalah terjadinya perang dagang jika negara yang terkena tarif juga membalas, yang pada akhirnya akan merugikan semua pihak. Fadhil menekankan bahwa respons pemerintah Indonesia akan sangat menentukan situasi ekonomi Indonesia ke depan, terutama potensi pelemahan nilai tukar rupiah.

Di AS, kebijakan tarif resiprokal dapat mengakibatkan kenaikan harga barang impor dan inflasi, yang pada gilirannya akan menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah bawah. Kenaikan inflasi bisa memaksa The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, yang pada akhirnya akan mempengaruhi imbal hasil obligasi. Oleh karena itu, negosiasi bilateral dianggap sebagai solusi yang lebih baik daripada retaliasi terhadap tarif dagang yang tinggi.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer