Friday, December 12, 2025
HomeFinansialProspek Kembalinya Kekuatan Rupiah Pasca Tarif Trump

Prospek Kembalinya Kekuatan Rupiah Pasca Tarif Trump

- Advertisement -
- Advertisement -

Dalam situasi ekonomi global dan nilai tukar rupiah yang tengah melemah, kepala ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, optimis bahwa rupiah akan kembali menguat setelah pengumuman tarif resiprokal dari AS di bawah pemerintahan Donald Trump. Menurutnya, pelemahan ekonomi domestik dan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan hal lumrah dan rupiah akan mengalami overshoot sebelum kembali stabil. Fakhrul juga menyoroti kebijakan baru Presiden AS terkait tarif resiprokal terhadap beberapa negara termasuk Indonesia. Dia menekankan perlunya pemerintah Indonesia bersikap bijak dan tidak terlalu cepat mengambil tindakan balasan.

Fakhrul menilai bahwa negosiasi bilateral terkait perdagangan akan menjadi kunci ke depan, mengingat dunia mulai mengalami perubahan dalam konteks perdagangan multilateral. Untuk mencapai keseimbangan baru dan memperkuat rupiah, Fakhrul menyarankan pemerintah untuk melakukan realokasi anggaran dan memberikan komunikasi yang baik kepada masyarakat dan pasar keuangan. Dia juga menekankan pentingnya ketahanan pangan, energi, dan kesehatan di tengah ketegangan perang dagang.

Meskipun tantangan perang dagang membawa risiko, Fakhrul melihat adanya peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar dengan Amerika Serikat di berbagai sektor ekonomi. Dia juga menekankan bahwa Indonesia perlu tetap netral dan membangun hubungan dengan negara-negara lain seperti BRICS dan OECD. Fakhrul menekankan pentingnya para diplomat ekonomi Indonesia dalam bernegosiasi dan memainkan peran Kementerian Luar Negeri dalam membawa agenda ekonomi Indonesia secara global.

Terakhir, Fakhrul juga memberikan pandangan terhadap pasar keuangan setelah penurunan indeks saham, mengimbau para investor untuk tetap tenang dan melihat kesempatan yang muncul. Dia menekankan bahwa sebagian besar situasi telah diprediksi pasar dan para investor seharusnya melihat peluang dari pelemahan pasar saham. Dengan demikian, Indonesia perlu terus menjaga posisi netral dan memanfaatkan hubungan dengan berbagai negara untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer