Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan tendangan penalti kepada Everton dalam pertandingan Liga Inggris yang berakhir imbang 1-1. Arteta menilai bahwa insiden tersebut seharusnya tidak dianggap sebagai pelanggaran yang pantas dikenai penalti. Dia menyoroti bahwa jika itulah penalti yang seharusnya diberikan, bek Arsenal, Jake O’Brien, seharusnya mendapatkan kartu merah sehingga Everton harus bermain dengan 10 pemain. Keputusan wasit ini bermula dari keterlibatan pemain muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly, dan pemain Everton, Jack Harrison, yang berujung pada hadiah penalti untuk tuan rumah. Meskipun Arsenal sempat unggul berkat gol Leandro Trossard, penalti yang dikonversi oleh Iliman Ndiaye mengakhiri harapan mereka untuk meraih kemenangan.
Arteta mengakui bahwa setelah insiden penalti tersebut, Arsenal kesulitan untuk mendapatkan kembali momentum permainan. Meskipun mencoba mencari gol kemenangan, Arsenal tidak mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Hasil imbang ini membuat posisi Arsenal dalam persaingan juara semakin sulit, dengan mereka tertinggal 11 poin dari Liverpool yang berada di puncak klasemen. Liverpool dapat semakin memperlebar jarak jika berhasil memenangkan laga mereka berikutnya. Selain itu, Arsenal juga masih harus fokus pada Liga Champions dengan melawan Real Madrid sebelum menjamu Brentford.
Jadi, penampilan Arsenal kali ini di Liga Inggris menimbulkan kontroversi terkait keputusan wasit terkait tendangan penalti yang diberikan kepada Everton. Meskipun sempat unggul, Arsenal harus puas dengan satu poin dan terus bekerja keras untuk memperbaiki posisi mereka dalam perburuan gelar juara. Semoga dengan fokus pada pertandingan mendatang, Arsenal bisa kembali ke jalur kemenangan dan mendekati puncak klasemen.








