Pergerakan pasar saham Indonesia pada sesi pertama, Rabu (9/4/2025), dibuka dengan nada melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,33% atau 19,71 poin dan parkir di level 5.976. Di tengah tekanan tersebut, aktivitas perdagangan tetap ramai dengan volume mencapai 10,08 miliar saham, nilai transaksi Rp6,27 triliun, serta frekuensi 680.262 kali. Komposisi saham juga menunjukkan pasar yang cenderung tertekan, dengan 317 saham turun, 283 saham naik, dan 184 saham tidak bergerak.
Tekanan Meluas di Banyak Sektor
Penurunan IHSG pada sesi I tidak hanya datang dari satu kelompok saham, melainkan dari hampir seluruh sektor utama. Sektor teknologi, energi, keuangan, kesehatan, transportasi, bahan baku, siklikal, properti, dan non-siklikal sama-sama berada di zona merah. Kondisi ini menandakan pelemahan yang cukup merata, bukan sekadar koreksi pada saham tertentu.
Di sisi lain, hanya sektor infrastruktur dan industri yang masih mampu bertahan dan mencatat penguatan. Meski kontribusinya belum cukup besar untuk mengangkat indeks secara keseluruhan, dua sektor ini setidaknya menjadi penahan agar pelemahan IHSG tidak lebih dalam pada paruh pertama perdagangan.
Sejumlah Saham Masih Mencuri Perhatian
Di tengah pasar yang terkoreksi, beberapa saham justru tampil menonjol. PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) memimpin penguatan dengan lonjakan 19,61% ke posisi Rp555 per saham. Setelah itu, PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 13,60% menjadi Rp162, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 11,43% ke level Rp1.560.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski IHSG tertekan, masih ada minat beli pada saham-saham tertentu. Namun, dominasi saham yang melemah membuat arah pasar pada sesi I tetap condong negatif, dengan investor tampaknya masih berhati-hati membaca sentimen yang berkembang sepanjang perdagangan hari ini.
Source link


