Wednesday, December 10, 2025
HomeHumanioraTanda & Gejala Stunting pada Anak: Perhatikan Gejalanya!

Tanda & Gejala Stunting pada Anak: Perhatikan Gejalanya!

- Advertisement -
- Advertisement -

Membesarkan anak adalah perjalanan penuh harapan bagi setiap orang tua. Namun, kadang muncul kekhawatiran saat perkembangan fisik si kecil terasa lebih lambat dari anak-anak sebaya. Misalnya, anak terlihat lebih pendek, kurus, atau kecil meski sudah mencapai usia tertentu. Terkadang, orang tua mungkin menganggap hal ini hanya masalah genetik atau percaya bahwa pertumbuhan anak akan mengejar seiring berjalannya waktu. Namun, sebenarnya kondisi ini bisa menjadi tanda awal stunting, masalah gizi kronis yang perlu segera ditangani.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka panjang, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Gejala stunting biasanya baru terlihat saat anak berusia dua tahun, ditandai dengan tinggi badan yang jauh di bawah rata-rata. Menurut WHO, sekitar 178 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia mengalami stunting. Di Indonesia, angka stunting masih cukup tinggi meskipun mengalami penurunan.

Beberapa tanda yang menunjukkan mungkin anak mengalami stunting antara lain tinggi badan lebih rendah dari anak sebaya, proporsi tubuh terlihat normal tetapi lebih kecil dari usia sebenarnya, berat badan rendah, dan pertumbuhan tulang tertunda. Meskipun postur pendek belum tentu berarti stunting, dokterlah yang dapat memastikan kondisi tersebut. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami berbagai komplikasi kesehatan, termasuk keterlambatan perkembangan fisik dan otak. Investasi gizi sejak dini sangat penting untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas di masa depan.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer