Hari Nugroho, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, memberikan saran kepada para pencari kerja agar melakukan latihan wawancara sebelum mengikuti bursa kerja guna meningkatkan peluang diterima kerja. Menurut Hari, latihan wawancara merupakan langkah penting karena teknik wawancara merupakan bagian dari proses rekrutmen. Tanpa kepercayaan diri dan kemampuan berbicara yang lancar, kemungkinan untuk direkrut menjadi lebih kecil.
Selain latihan wawancara, para pencari kerja juga disarankan untuk melakukan riset tentang perusahaan yang diminati serta menyiapkan dokumen penting seperti CV, ijazah, dan lainnya. Penting juga bagi para pencari kerja untuk tampil secara profesional saat mengikuti bursa kerja. Menurut Hari, datang lebih awal, mengunjungi semua booth, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan membangun jaringan adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan.
Hari juga menekankan pentingnya pengembangan soft skill atau keterampilan interpersonal. Menurutnya, soft skill merupakan aspek penting yang harus diperhatikan karena tidak semua orang memiliki soft skill yang sama. Selain kemampuan akademis, soft skill juga sangat berpengaruh dalam penilaian saat tes.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengadakan 16 kegiatan bursa kerja di lima wilayah kota administrasi pada tahun 2024, di mana sebanyak 1.669 pencari kerja berhasil mendapatkan pekerjaan. Untuk tahun 2025, kegiatan serupa akan diadakan lebih sering, termasuk di kampus-kampus. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Trisakti menjadi dua kampus yang menjadi sasaran kegiatan bursa kerja. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memperluas jangkauan job fair dan memberikan kesempatan lebih luas bagi para pencari kerja.








