Sebuah unggahan Instagram Story drg. Mirza, seorang dokter spesialis konservasi gigi lulusan Universitas Gadjah Mada, telah menarik perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan pesan dari keluarga korban dugaan kekerasan seksual yang sedang dalam proses hukum. Kakak korban mengucapkan terima kasih karena kasus adiknya telah diviralkan dan telah mencapai tahap gelar perkara, namun juga menyampaikan kekecewaannya terhadap satpam di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ketika korban menjenguk ayahnya yang kritis di HCU RSHS, ia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan tidak etis yang diajukan oleh satpam tersebut.
Pernyataan kakak korban yang dikutip oleh Mirza menunjukkan bahwa korban hanya terdiam karena merasa syok dengan pertanyaan yang mengesalkan tersebut. Dalam unggahannya, Mirza menyampaikan rasa belasungkawa atas wafatnya ayah korban sekaligus menyinggung perilaku tidak pantas dari satpam RSHS. Sebelumnya, Priguna Anugerah Pratama menjadi sorotan publik karena diduga terlibat dalam kasus rudapaksa terhadap seorang pendamping pasien. Priguna diketahui sebagai dokter residen anestesi yang terlibat dalam insiden tersebut. Kasus ini mengundang perhatian publik terhadap kasus kekerasan seksual dan keberadaan oknum seperti Priguna dalam lingkungan rumah sakit. Menyuarakan keberatan terhadap perlakuan tidak pantas dan tindakan tidak etis diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keamanan di institusi kesehatan.








