Pada tanggal 8 April 2025, investor ritel domestik diyakini telah memainkan peran penting dalam pasar saham Indonesia. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan bahwa investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp3,8 triliun pada hari tersebut, yang setara dengan 15 persen dari total nilai transaksi. Namun, investor ritel domestik segera mengambil alih dengan melakukan pembelian bersih sekitar Rp3,9 triliun. Ketika IHSG menguat hampir 5 persen pada Kamis, investor ritel domestik mulai melakukan aksi profit taking dengan penjualan bersih.
Iman menyatakan bahwa kehadiran investor ritel domestik sebagai penopang utama pada tanggal 8 April mengindikasikan kepercayaan mereka terhadap saham-saham pasar modal Indonesia. Fenomena ini menunjukkan keyakinan domestik untuk terus melakukan pembelian di bursa saham. Meskipun modal asing telah keluar dari pasar saham Indonesia sebesar Rp29,92 triliun pada 27 Maret 2025, investor domestik dianggap masih percaya dan berkomitmen untuk membeli saham-saham di pasar modal.
Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, pasar saham domestik sempat mengalami pelemahan sebesar 3,83 persen pada 27 Maret 2025. Namun, investor ritel domestik tetap menunjukkan minatnya dengan aksi pembelian dan menjaga likuiditas pasar saham. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kehadiran investor domestik institusi mulai meningkat ketika harga saham naik, menandakan kepercayaan mereka terhadap saham-saham Indonesia. Selain itu, jumlah perusahaan yang siap melakukan Initial Public Offering (IPO) juga mencerminkan antusiasme pelaku pasar di tengah gejolak ekonomi global.








